Independensi Bank Sentral

Posted on Juli 8, 2008. Filed under: Uncategorized |

Oleh: Yunus Husein

PENOLAKAN Komisi XI DPR terhadap dua calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan peristiwa baru yang belum pernah terjadi dalam sejarah BI.

Masalah ini bertambah pelik karena Gubernur BI yang sekarang sedang berstatus tersangka.Penolakan ini merupakan kabar ”kurang baik” bagi pemerintah dan calon yang diajukan. Sebaliknya, penolakan ini menjadi berita gembira bagi orang yang berminat,sudah melakukan persiapan,dan ”berinvestasi” untuk menjadi Gubernur BI. Apakah dampak dari penolakan ini? Adakah penolakan ini berkaitan dengan independensi BI sebagai bank sentral di Indonesia ?

Independensi bank sentral adalah suatu hal yang sangat penting untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan bank sentral itu sendiri. Kalau bank sentral tidak independen, rakyat dapat dirugikan.Saat Orde Lama,menteri urusan bank sentral yang dijabat oleh Yusuf Muda Dalam banyak melakukan kebijakan yang dipengaruhi oleh pemerintah.Misalnya pengedaran uang yang berlebihan sehingga terjadi inflasi yang sangat tinggi,bahkan sampai mencapai sekitar 600%.

Sudah tentu ini merugikan rakyat. Menurut F Achtenbrink, ahli hukum dari Belanda yang menulis disertasi tentang independensi bank sentral, ada empat aspek kemandirian bank sentral.Kelembagaan,pelaksanaan tugas, personalia, dan anggaran.Aspek kelembagaan BI dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 4 Undang- Undang (UU) No 23/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 3/2004 atau biasa disebut UU BI yang menempatkan institusi ini sebagai lembaga negara yang independen, tidak berada di bawah instansi manapun.

Kemandirian secara fungsional terlihat dari ketentuan Pasal 9 UU BI.Ketentuan itu melarang intervensi terhadap tugas BI. Kalau ada intervensi,Dewan Gubernur BI harus menolak.Adanya intervensi atau gagal menolak intervensi diancam dengan pidana penjara dan denda oleh Pasal 67 dan 68 UU BI.

Kemandirian anggaran dapat dilihat dari ketentuan Pasal 6 yang menyebutkan BI memiliki modal sendiri untuk mendukung pelaksanaan tugas. Kalau anggaran berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), hal ini dapat mengganggu independensi BI.Anggaran BI ditetapkan oleh DPR berdasarkan usulan BI. Kemandirian organisasi atau personalia dapat dilihat dari ketentuan pengangkatan, pergantian, dan pemberhentian anggota Dewan Gubernur yang terdiri atas gubernur, deputi gubernur senior, dan deputi gubernur.

Anggota Dewan Gubernur dipilih dengan persetujuan DPR (Pasal 41).Untuk gubernur dan deputi gubernur senior diusulkan oleh presiden. Adapun deputi gubernur diusulkan oleh Gubernur BI. Pergantian Dewan Gubernur BI tidak dapat dilakukan sekaligus, tetapi hanya boleh diganti maksimum dua orang pada setiap tahun (Pasal 41 ayat 5).

Pergantian ini dikenal dengan sistem staggering system (sistem bertahap atau bertangga) yang tujuannya untuk menjaga independensi dan kontinuitas pelaksanaan tugas BI.Sistem ini juga dianut bank sentral Amerika Serikat (AS),Federal Reserve Bank atau biasa disebut The Fed.

Anggota Dewan Gubernur dipilih untuk masa jabatan lima tahun dan tidak dapat diberhentikan di tengah jalan,kecuali dengan alasan yang tercantum pada Pasal 48 UU BI,yaitu mengundurkan diri,terbukti melakukan tindak pidana kejahatan, tidak dapat hadir secara fisik berturut-turut selama tiga bulan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, dinyatakan pailit atau tidak mampu memenuhi kewajiban kepada kreditor dan berhalangan tetap.

Dampak Penolakan DPR

Penolakan DPR terhadap calon Gubernur BI mewajibkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan calon baru.

Kalau calon ini pun ditolak oleh DPR,Presiden mengangkat gubernur lama untuk menjadi Gubernur BI periode berikutnya. Atau mengangkat deputi gubernur senior atau deputi gubernur sebagai Gubernur BI dengan persetujuan DPR (Pasal 41 ayat 4).Hal ini sudah tentu dapat menjaga kelangsungan pelaksanaan tugas BI. Dengan penolakan ini, timbul kesan posisi DPR lebih kuat dibandingkan pemerintah. Hal itu seperti halnya bila DPR menolak RAPBN, otomatis pemerintah pun menjalankan anggaran tahun lalu. Bedanya, masalah penolakan RAPBN ini diatur UUD 45, sedangkan penolakan calon Gubernur BI diatur UU BI.

Sebagaimana diketahui, sesuai UUD 45, kewenangan legislasi ada di tangan DPR yang lebih kuat daripada kewenangan pemerintah.Penolakan ini juga menunjukkan, sebagian independensi BI di bidang personal tetap terjaga oleh DPR. Walaupun Presiden memiliki kewenangan mengangkat kembali gubernur yang lama atau dengan persetujuan DPR mengangkat deputi gubernur senior atau deputi gubernur sebagai Gubernur BI, hal ini merupakan pilihan yang sulit bagi Presiden.

Kalau Presiden menetapkan kembali gubernur yang lama sebagai gubernur pada periode yang baru, sementara gubernur berstatus tersangka,sudah tentu ini merupakan putusan yang sangat dilematis. Tampaknya penolakan oleh DPR memiliki alasan kuat yang terkait dengan kompetensi kedua calon.

Tidak tampak alasan karena integritas. Lebih tidak tampak lagi alasan politis,walaupun hal ini bisa saja menjadi faktor dominan. Untuk mencegah penolakan kedua kalinya, ada baiknya pendekatan informal kepada DPR dilakukan. Kalau menginginkan calon internal, ada baiknya mendengarkan aspirasi dari BI, misalnya dari Ketua Ikatan Pegawai BI, mantan Gubernur BI atau pengurus pensiunan BI.

Dengan pendekatan seperti ini,diharapkan dapat diperoleh calon Gubernur BI yang memiliki kriteria kompetensi, integritas, diterima oleh kalangan BI, juga diterima publik dan kalangan politik di DPR.Semua pihak diharapkan dapat menerima kriteria tersebut.(*)

 

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi.

*) Yunus Husein, Kepala PPATK
================================

Dimuat dalam Koran Seputar Indonesia (Sindo)

Senin, 18 Maret 2008, Kolom Analisis, Hlm. 1

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: